Archive forOctober, 2006

never established

NEVER ESTABLISHED was motto that I’ve read from Billabong wallet that I bought a few years ago. I thought it was happened to me in few last day. God wants me to GET OUT from my comfort zone. It was clear that in few last day, God was try to ‘cast away’ all of my comfort zone. It was exiciting that God wants me to grow up and know him more. That’s why, I feel nowadays that My Fathers love me so much. Force me to grow up and let me know that I can’t live without him.

I saw my friend church yesterday, her mom, her brother. I felt glad and thankfull. But beside that, I saw few misserable things on my church. I saw a battlefield in a spritual war. That’s way I feel that My Father loves me, he trust me in a great battlefield, so I can grow up in faith. Because he know that comfort zone can kill me though. I know that I’m not mine anymore, eventhough it hard to ALWAYS walk with him. But I was thankfull that it not me that start the relationship with My Father,  but it was His grace that start come to me.

Let us out from our comfort zone, let’s fight for Our Father Glory … in a spiritual war… that was gifted to each of us,

God bless you all,
Saku or Anhe

Comments

Anugrah

Terkadang dalam hidup, kita dihadapkan pada banyak pilihan. Pilihan untuk memilih yang baik dan memilih yan buruk. Anehnya, kecenderungan dari kita memilih pilihan yang buruk. Terkadang sedih kalau melihat seorang teman yang hidup dalam dunia yang apatis dan tanpa harapan. Dia bisa saja seorang yang sangat pintar dan sukses, atau seorang yang kelihatan berhasil. Namun banyak kujumpai bahwa mereka sebenarnya sedang mencari sesuatu yang kosong di dalam hidup mereka.

Hari - hari ini saya bersyukur kalau mengalami banyak hal yang luar biasa. Saya benar - benar mengalami punya Tuhan yang mencukupkan kebutuhan saya. Dia benar - benar Jehovah Jireh ( Allah yang mencukupi ). Kalau menilik pada hari Sabtu yang lalu, saya benar - benar mengalami kejadian yang luar biasa: jalan - jalan dengan si dia, mengerjakan pelayanan bersama si dia, dan yang paling penting mengalami Tuhan lebih nyata dalam hidup saya.

Dari mengenal Tuhan, saya bisa lebih memahami diri saya dan lebih memahami si dia. Pemahaman inilah yang saya sebut anugrah. Pendidikan yang Tuhan berikan, sehingga saya bisa memilih yang benar dalam hidup, serta hidup yang mempunyai tujuan. Bekerja dalam anugrah Tuhan, dan mengerjakan segala sesuatu, juga dalam anugrahNya. Sekalipun, masih banyak hal yang tidak terlalu jelas buat saya, tetapi saya bersyukur untuk setiap anugrahnya.

Saya sangat sadar, bahwa semuanya ini benar - benar anugrah yang kuasa. Dimulai dari masuk UI, lulus dari UI, sampai mendapatkan pekerjaan, mendapatkan teman - teman dan ‘teman’ yang luar biasa men-support saya. Benar - benar anugrah dari Tuhan yang luar biasa. Dan yang terpenting dari semuanya, saya mendapatkan kasih yang menerima saya apa adanya. Diluar kemampuan saya yang terbatas, saya mendapatkan kasih yang tidak terbatas. Bukan dari teman atau ‘teman’ tapi dari Tuhan. Merasakan bahwa keberadaan saya dan jati diri saya, benar - benar berasal dari Tuhan. Dan yang terpenting, menikmati dan mengalami Dia itu menjadi yang terpenting dalam hidup saya.

Saku or anhe20
-Antonius Hermawan-

Comments (1)